selamat datang di blog gw
kali ini gw ditugasin buat blog tentang perkembangan sistem ekonomi indonesia.
selamat membaca...
SISTEM EKONOMI
Dumairy
(1996) mengatakan bahwa Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta
menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam
suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur
1. Manusia
sebagai subjek .
2. Barang
– barang ekonomi sebagai objek.
3. Serta
seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan
berekonomi.
SEJARAH DAN
PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI INDONESIA
Indonesia
pernah menganut beberapa sistem ekonomi setelah kemerdekaannya. Indonesia berganti
– ganti sistem ekonomi dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah perekonomian
di jamannya tersebut. Berikut adalah beberapa sistem ekonomi yang pernah
digunakan di Indonesia :
1.
Masa pasca kemerdekaan
Pada masa ini Indonesia belum
menerapkan sistem ekonomi, dengan kata lain sistem ekonomi yang digunakan masih
belum ditetapkan, karena baru saja merdeka.
Keadaan ekonomi keuangan pada
masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
Inflasi yang sangat tinggi,
disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali.
Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang
yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang
pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada
tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East
Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang
dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang
kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang
Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar
mempengaruhi kenaikan tingkat harga. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak
bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. Kas negara
kosong. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi
kesulitan-kesulitan ekonomi, antara
lain :
·
Program Pinjaman Nasional
dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan
BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
·
Upaya menembus blokade dengan
diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika,
dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan
Malaysia. Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh
kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang
mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang,
serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
·
Pembentukan Planning Board
(Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
·
Rekonstruksi dan Rasionalisasi
Angkatan Perang (Rera) 1948 mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke
bidang-bidang produktif. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada
pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada
pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (Mazhab Fisiokrat : sektor
pertanian merupakan sumber kekayaan).
2. Sistem Ekonomi Liberal (1950-1957)
Pada
masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya
menggunakan prinsip – prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar
sesuai dengan teori – teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez
passer.
Sistem
ekonomi liberal merupakan suatu sistem di mana negara memberikan kebebasan
kepada seluruh rakyat untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Sistem Ekonomi
Liberal pernah dipakai oleh Indonesia sejak tahun 1950 sampai dengan 1957 atau
lebih tepatnya sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi yang pertama kali
yang dianut oleh bangsa Indonesia setelah kemerdekaan.
Alasan
indonesia menganut sistem ekonomi ini adalah karena ketidakmampuan "sistem
ekonomi pasca kemerdekaan" untuk menjalankan roda perekonomian indonesia
sehingga mengakibatkan masih terjadinya kekacauan dalam ekonomi indonesia.
Ciri dari sistem
ekonomi liberal / pasar adalah :
1. Setiap orang
bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
2. Setiap orang
bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
3. Aktivitas
ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
4. Semua
aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
5. Pemerintah
tidak melakukan intervensi dalam pasar.
6. Persaingan
dilakukan secara bebas.
7. Peranan
modal sangat vital.
Kebaikan dari
sistem ekonomi antara lain :
1.
Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat
dalam mengatur kegiatan ekonomi.
2.
Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber
produksi.
3.
Munculnya persaingan untuk maju.
4.
Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena
barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar.
5.
Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap
tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.
Kelemahan dari
sistem ekonomi antara lain :
a.
Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.
b.
Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh
para pemilik modal.
c.
Munculnya monopoli yang dapat merugikan
masyarakat.
d.
Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu.
Pada
masa ini pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha
nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Sistem ini tidak membawa perkembangan yang signifikan, karena pada akhirnya sistem
ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka, sehingga sistem ekonomi ini hanya
bertahan <1 dekade.
3. Sistem Ekonomi Etatisme/sosialis (1959-1967)
Suatu sistem yang
memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.Pemerintah
mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
Pada
tahun 1959 Indonesia hijrah dari sistem Ekonomi Liberal ke Sistem Ekonomi
sosialis. pertama kali Indonesia menganut sistem ekonomi ini berawal dari
dekrit presiden yang dikeluarkan oleh presiden Ir. Soekarno pada 5 Juli 1959.
Alasan utaman diberlakukannya Sistem Ekonomi Etatisme adalah karena kegagalan dari sistem ekonomi liberal yang mengakibatkan pengusaha pribumi masih lemah dan tidak mampu bersaing dengan pengusaha nonpribumi, khususnya pengusaha Cina,. Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik dan ekonomi. akan tetapi, kebijakan – kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah dimasa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
· Devaluasi yang diumukan pada pada 25 agustus
1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut : uang kertas pecahan Rp500 menjadi
Rp50, uang kertas pecahan Rp1000 menjadi Rp100, dan semua simpanan di Bank yang
melebihi Rp25.000 dibekukan.
· Pembentukan Deklarasi Ekonomi (DEKON) untuk
mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam
pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia.
Bahkan pada 1961 – 1962 harga barang naik 400% .
· Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember
1965 menjadikan uang senilai Rp1000 menjadi Rp1, Sehingga uang rupiah baru
mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang
rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah
untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Sama seperti sistem ekonomi Liberal, sistem
ekonomi Etatisme juga dinilai belum dapat memperbaiki masalah finansial di
Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya hambatan terhadap pengusaha pribumi untuk
mengambil alih perusahaan-perusahaan yang telah ditinggalkan oleh kaum
penjajah.
Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :
1. Lebih
mengutamakan kebersamaan
2. Peran
pemerintah aktif
3. Sifat
manusia ditentukan oleh pola produksi
Kelebihan sistem
ekonomi Sosialis :
1.
Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
2.
Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
3.
Produksi dikelola oleh Negara
Kelemahan Sistem
Ekonomi Sosialis :
1. Sulit
melakukan transaksi
2.
Membatasi kebebasan
3.
Mengabaikan pendidikan moral
4. Sistem Ekonomi Campuran (1967-1998)
Sistem
ekonomi campuran adalah perpaduan antara sistem sosialis dan sistem liberal,
yang mengadopsi dari garis tengah antara pengendalian dan kebebasan, yang juga
berarti garis antara peran mutlak negara dan peran individu.
Pada
sistem ekonomi campuran ini, antara pemerintah dengan masyarakat bersama-sama
untuk ikut memajukan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengatur dan
penstabil kegiatan perekonomian, sedangkan masyarakat mendapat tugas untuk
melakukan kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi.
Alasan digunakannya Sistem Ekonomi Campuran adalah karena ingin memprioritaskan stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik terutama untuk mengendalikan inflasi, menyelamatkan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pengendalian inflasi dibutuhkan karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650% per tahun yang merupakan sisi negatif dari sistem ekonomi etatisme.
Alasan digunakannya Sistem Ekonomi Campuran adalah karena ingin memprioritaskan stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik terutama untuk mengendalikan inflasi, menyelamatkan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pengendalian inflasi dibutuhkan karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650% per tahun yang merupakan sisi negatif dari sistem ekonomi etatisme.
Sistem
ekonomi campuran ini lumayan ampuh untuk mengontrol inflasi secara drastis dan
berkesinambungan, sehingga sistem ini digunakan dalam jangka waktu yang cukup
lama di Indonesia.
Ciri-ciri sistem
ekonomi campuran :
1. Kegiatan
ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
2. Transaksi
ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
3. Ada
persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Kebaikan sistem
ekonomi campuran
1.
Kebebasan berusaha
2. Hak
individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
3. Lebih
mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem
ekonomi campuran
1. Beban
pemerintah berat dari pada beban swasta
2. Pihak swasta kurang memaksimalkan
keuntungan
5. Sistem Ekonomi Pancasila (1998-sekarang)
Sejak
tahun 1998 sampai sekarang Indonesia dapat dikatakan menggunakan Sistem Ekonomi
Pancasila. Sistem ekonomi pancasila juga sering disebut pengembangan dari
sistem ekonomi campuran karena sistem ekonomi campuran dianggap sebagai pelopor
adanya sistem ekonomi Pancasila.
Penyebab
timbulnya pergantian ke sistem ekonomi Pancasila ialah karena adanya krisis
finansial yang diakibatkan karena memburuknya ekonomi global pada saat itu. Hal
ini tentu membawa dampak yang negatif bagi bangsa indonesia di sektor perekonomian
mengingat indonesia masih dikategorikan sebagai negara yang sedang berkembang
sehingga Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat
secara drastis, nilai tukar rupiah terperosok jatuh dengan cepat, dan
menimbulkan berbagai kekacauan di seluruh bidang, terutama ekonomi.
Sistem
ekonomi ini berlandaskan pada nilai – nilai pancasila yaitu:
o
Nilai Ketuhanan, artinya nilai agama dan etika punya peranan penting dalam
menjalankan sistem perekonomian.
o
Nilai Kemanusiaan, artinya sistem ekonomi mengutamakan prinsip humanis dan tidak
eksploitatif.
o
Nilai Persatuan, artinya segala aktivitas ekonomi mengutamakan asa kekeluargaan
demi menjaga persatuan.
o
Nilai Musyawarah/ Demokrasi, artinya sistem ekonomi dijalankan selaran dengan nilai-nilai
demokrasi.
o
Nilai Keadilan, artinya pengelolaan dan penggunaan semua sumber daya ekonomi
bertujuan untuk kemakmuran semua warga negara.
KESIMPULAN
Kesimpulan topik di atas adalah bahwa Indonesia telah
mengalami 4x perubahan sistem ekonomi
setelah Indonesia merdeka. Sistem – sistem ekonomi tersebut adalah sistem
ekonomi liberal(masa demokrasi liberal), etatisme/sosialis (masa demokrasi
terpimpin), campuran (masa Orde baru), dan pancasila (masa reformasi). Setiap
sistem ekonomi memiliki cirinya sendiri yang membedakan sistem – sistem ekonomi
tersebut.
Indonesia akhirnya memilih sistem ekonomi Pancasila
hingga sekarang, dengan tujuan untuk menerapkan nilai – nilai Pancasila dalam
kegiatan perekonomian Indonesia.
Referensi
https://pengetahuansetiawan.blogspot.com/2017/04/sejarah-perkembangan-sistem-ekonomi.html
- diakses pada 01/04/2019, 19:00
http://andrypunya.blogspot.com/2014/01/perkembangan-sistem-perekonomian.html
– diakses pada 01/04/2019, 19:00
terimakasih......
No comments:
Post a Comment