Monday, April 1, 2019

SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI INDONESIA

hello guyzzzzz...
selamat datang di blog gw
kali ini gw ditugasin buat blog tentang perkembangan sistem ekonomi indonesia.
selamat membaca...

SISTEM EKONOMI

Dumairy (1996) mengatakan bahwa Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur
1.    Manusia sebagai subjek .
2.    Barang – barang ekonomi sebagai objek.
3.    Serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI INDONESIA

Indonesia pernah menganut beberapa sistem ekonomi setelah kemerdekaannya. Indonesia berganti – ganti sistem ekonomi dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah perekonomian di jamannya tersebut. Berikut adalah beberapa sistem ekonomi yang pernah digunakan di Indonesia :

1.  Masa pasca kemerdekaan

Pada masa ini Indonesia belum menerapkan sistem ekonomi, dengan kata lain sistem ekonomi yang digunakan masih belum ditetapkan, karena baru saja merdeka.
Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :

Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI. Kas negara kosong. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan. 

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara
lain :
·       Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
·       Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia. Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
·       Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
·       Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948 mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).

2.  Sistem Ekonomi Liberal (1950-1957)

Pada masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip – prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai dengan teori – teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer.
Sistem ekonomi liberal merupakan suatu sistem di mana negara memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Sistem Ekonomi Liberal pernah dipakai oleh Indonesia sejak tahun 1950 sampai dengan 1957 atau lebih tepatnya sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi yang pertama kali yang dianut oleh bangsa Indonesia setelah kemerdekaan.
Alasan indonesia menganut sistem ekonomi ini adalah karena ketidakmampuan "sistem ekonomi pasca kemerdekaan" untuk menjalankan roda perekonomian indonesia sehingga mengakibatkan masih terjadinya kekacauan dalam ekonomi indonesia.
Ciri dari sistem ekonomi liberal / pasar adalah : 
  1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
  2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
  3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
  4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
  5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
  6. Persaingan dilakukan secara bebas.
  7. Peranan modal sangat vital.

 Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain :
1.    Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
2.    Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi.
3.    Munculnya persaingan untuk maju.
4.    Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar.
5.    Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.

 Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain :
a.    Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.
b.    Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
c.    Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
d.    Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu.

Pada masa ini pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Sistem ini tidak membawa perkembangan  yang signifikan, karena pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru  merdeka, sehingga sistem ekonomi ini hanya bertahan <1 dekade.


3.  Sistem Ekonomi Etatisme/sosialis (1959-1967)

Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan  kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
Pada tahun 1959 Indonesia hijrah dari sistem Ekonomi Liberal ke Sistem Ekonomi sosialis. pertama kali Indonesia menganut sistem ekonomi ini berawal dari dekrit presiden yang dikeluarkan oleh presiden Ir. Soekarno pada 5 Juli 1959.

Alasan utaman diberlakukannya Sistem Ekonomi Etatisme adalah karena kegagalan dari sistem ekonomi liberal yang mengakibatkan pengusaha pribumi masih lemah dan tidak mampu bersaing dengan pengusaha nonpribumi, khususnya pengusaha Cina,. Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik dan ekonomi. akan tetapi, kebijakan – kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah dimasa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :

·       Devaluasi yang diumukan pada pada 25 agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut : uang kertas pecahan Rp500 menjadi Rp50, uang kertas pecahan Rp1000 menjadi Rp100, dan semua simpanan di Bank yang melebihi Rp25.000 dibekukan.
·       Pembentukan Deklarasi Ekonomi (DEKON) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961 – 1962 harga barang naik 400% .
·       Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp1000 menjadi Rp1, Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Sama seperti sistem ekonomi Liberal, sistem ekonomi Etatisme juga dinilai belum dapat memperbaiki masalah finansial di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya hambatan terhadap pengusaha pribumi untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan yang telah ditinggalkan oleh kaum penjajah.

Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :
  1. Lebih mengutamakan kebersamaan
  2. Peran pemerintah aktif
  3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

 Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
   1. Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
   2. Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
   3. Produksi dikelola oleh Negara

 Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
   1. Sulit melakukan transaksi
   2. Membatasi kebebasan
   3. Mengabaikan pendidikan moral

4.  Sistem Ekonomi Campuran (1967-1998)

Sistem ekonomi campuran adalah perpaduan antara sistem sosialis dan sistem liberal, yang mengadopsi dari garis tengah antara pengendalian dan kebebasan, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara dan peran  individu.
Pada sistem ekonomi campuran ini, antara pemerintah dengan masyarakat bersama-sama untuk ikut memajukan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengatur dan penstabil kegiatan perekonomian, sedangkan masyarakat mendapat tugas untuk melakukan kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi.

Alasan digunakannya Sistem Ekonomi Campuran adalah karena ingin memprioritaskan stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik terutama untuk mengendalikan inflasi, menyelamatkan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pengendalian inflasi dibutuhkan karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650% per tahun yang merupakan sisi negatif dari sistem ekonomi etatisme.
Sistem ekonomi campuran ini lumayan ampuh untuk mengontrol inflasi secara drastis dan berkesinambungan, sehingga sistem ini digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama di Indonesia.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
  1. Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
  2. Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
  3. Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah

 Kebaikan sistem ekonomi campuran
   1. Kebebasan berusaha
   2. Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
   3. Lebih mementingkan umum dari pada pribadi

Kelemahan sistem ekonomi campuran
   1. Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
   2. Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan 

5.  Sistem Ekonomi Pancasila (1998-sekarang)

Sejak tahun 1998 sampai sekarang Indonesia dapat dikatakan menggunakan Sistem Ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi pancasila juga sering disebut pengembangan dari sistem ekonomi campuran karena sistem ekonomi campuran dianggap sebagai pelopor adanya sistem ekonomi Pancasila.
Penyebab timbulnya pergantian ke sistem ekonomi Pancasila ialah karena adanya krisis finansial yang diakibatkan karena memburuknya ekonomi global pada saat itu. Hal ini tentu membawa dampak yang negatif bagi bangsa indonesia di sektor perekonomian mengingat indonesia masih dikategorikan sebagai negara yang sedang berkembang sehingga Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah terperosok jatuh dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di seluruh bidang, terutama ekonomi.

Sistem ekonomi ini berlandaskan pada nilai – nilai pancasila yaitu:
o    Nilai Ketuhanan, artinya nilai agama dan etika punya peranan penting dalam menjalankan sistem perekonomian.
o    Nilai Kemanusiaan, artinya sistem ekonomi mengutamakan prinsip humanis dan tidak eksploitatif.
o    Nilai Persatuan, artinya segala aktivitas ekonomi mengutamakan asa kekeluargaan demi menjaga persatuan.
o    Nilai Musyawarah/ Demokrasi, artinya sistem ekonomi dijalankan selaran dengan nilai-nilai demokrasi.
o    Nilai Keadilan, artinya pengelolaan dan penggunaan semua sumber daya ekonomi bertujuan untuk kemakmuran semua warga negara.


KESIMPULAN

Kesimpulan topik di atas adalah bahwa Indonesia telah mengalami 4x perubahan sistem  ekonomi setelah Indonesia merdeka. Sistem – sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi liberal(masa demokrasi liberal), etatisme/sosialis (masa demokrasi terpimpin), campuran (masa Orde baru), dan pancasila (masa reformasi). Setiap sistem ekonomi memiliki cirinya sendiri yang membedakan sistem – sistem ekonomi tersebut.
Indonesia akhirnya memilih sistem ekonomi Pancasila hingga sekarang, dengan tujuan untuk menerapkan nilai – nilai Pancasila dalam kegiatan perekonomian Indonesia.

Referensi


semoga bermanfaat bagi yang membaca...
mohon maaf bila ada kesamaan dan kesalahan penulisan, karena ane masih belajar gan ;v
terimakasih......

Sunday, March 31, 2019

SISTEM EKONOMI PANCASILA

hello guyzz...
selamat datang di blog gw, kali ini gw ditugasin buat blog tentang sistem ekonomi pancasila nih...!
selamat membaca..

PENGERTIAN SISTEM EKONOMI PANCASILA

Apa itu sistem ekonomi pancasila? Sistem ekonomi pancasila adalah sistem ekonomi yang berasaskan nilai dan moral pancasila. Sistem ekonomi ini menjadi identitas perekonomian Indonesia. Sistem ini disebut juga sebagai sistem demokrasi ekonomi yang dijadikan pedoman dalam melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.

LANDASAN SISTEM EKONOMI PANCASILA

Sistem Ekonomi Pancasila berlandaskan pada nilai – nilai pada Pancasila, yaitu :

o    Nilai Ketuhanan, artinya nilai agama dan etika punya peranan penting dalam menjalankan sistem perekonomian.
o    Nilai Kemanusiaan, artinya sistem ekonomi mengutamakan prinsip humanis dan tidak eksploitatif.
o    Nilai Persatuan, artinya segala aktivitas ekonomi mengutamakan asa kekeluargaan demi menjaga persatuan.
o    Nilai Musyawarah/ Demokrasi, artinya sistem ekonomi dijalankan selaran dengan nilai-nilai demokrasi.
o    Nilai Keadilan, artinya pengelolaan dan penggunaan semua sumber daya ekonomi bertujuan untuk kemakmuran semua warga negara.

Sistem Ekonomi ini juga berlandaskan hukum pada UUD 1945 pasal 33 ayat 1,2,3 & 4 setelah amandemen yang berbunyi :

o    Ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
o    Ayat 2: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
o    Ayat 3: Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
o    Ayat 4: Perekonomian nasional diselenggarakan berasaskan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan, kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

CIRI – CIRI SISTEM EKONOMI PANCASILA

Semua sistem perekonomian memiliki ciri- cirinya tersendiri. Adapun ciri – ciri dari
sistem ekonomi Pancasila adalah sbb :

·         Kebijakan ekonomi mengedepankan nilai kemanusiaan dan keadilan.
·         Kegiatan ekonomi yang dijalankan bersama berasaskan kekeluargaan.
·         Memiliki nilai agama dalam kegiatan perekonomian.
·         Kekayaan alam di bumi Indonesia dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.
·         Hak milik perseorangan diakui oleh negara dengan tidak bertentangan  dengan kepentingan umum.
·         Pengelolaan ekonomi dilakukan dengan pemufakatan lembaga perwakilan  rakyat.
·         Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
·         Cabang-cabang produksi yang penting bagi rakyat dikuasai oleh negara  untuk kemakmuran rakyat.
·         Daya kreasi ekonomi masyarakat tidak merugikan kepentingan umum.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Setiap sistem perekonomian pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri,
termasuk sistem ekonomi Pancasila. Sistem ini memiliki beberapa kelebihan,
yaitu:

+       Pengelolaan ekonomi merupakan usaha kolektif untuk mencapai kemakmuran bersama.
+      Perekonomian nasional diutamakan untuk kemakmuran rakyat.
+      Inovasi dan kreativitas individu dikembangkan tanpa mengganggu kepentingan umum.

Sedangkan kekurangan dari sistem ini adalah sbb :

-       Proses pengambilan keputusan ekonomi berlangsung lambat karena harus diselaraskan dengan kepentingan bersama.
-       Perekonomian cenderung berjalan kurang efisien karena sistem ekonomi ini mengutamakan proses demokrasi yang membutuhkan waktu.
-       Adanya dominasi negara dalam pengelolaan perekonomian berpotensi meredam dan ‘membunuh’ daya kreasi dan inovasi masyarakat.

Contoh penerapan ekonomi pancasila

·         Koperasi

Adanya koperasi merupakan salah satu wujud penerapan ekonomi pancasila dilihat dari institusinya. Koperasi merupakan usaha kolektif berasaskan kekeluargaan. Pengelolaan dan distribusi kekayaannya dikuasai oleh para anggota sehingga kesenjangan ekonomi antarindividu bisa diminimalisir. Namun sayang, popularitas koperasi kian tenggelam, hal ini terlihat dari banyaknya koperasi di Indonesia yang tinggal papan namanya saja.

·         BUMN

BUMN adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Negara. Adanya BUMN menunjukkan eksistensi peran negara dalam mengelola perekonomian di berbagai bidang. Sebagian BUMN merupakan hasil dari nasionalisasi perusahaan Belanda setelah proklamasi. Jika BUMN mengalami privatisasi, maka bisa dilihat sebagai Indikasi berkurangnya peran negara dalam pengelolaan perekonomian negara.

·         Serikat buruh

Serikat buruh merupakan bentuk gerakan kolektif kelas pekerja. Relasi antara pekerja dan pemodal yang rentan eksploitasi bisa diantisipasi atau dikurangi dengan adanya serikat buruh. Serikat buruh yang kuat memiliki posisi tawar yang kuat di mata pemilik modal. Kesenjangan pendapatan antara buruh dan pengusaha termasuk tim manajerial perusahaan bisa dikurangi apabila serikat buruh memiliki posisi tawar yang kuat. Ekonomi pancasila mengutamakan kemakmuran bersama, bukan kemakmuran segelintir elit.


REFERENSI



terimakasih udah mengunjungi blog ini
mohon maaf apabila ada kesalahan,kesamaan ,dsb, karena ane juga masih belajar
sampai jumpa lagi......

Saturday, December 15, 2018

PERANG DAGANG AS DAN CINA


assalammualaikum wr.wb
hello guyzzzz.......
kali ini gw buat blog tentang perang dagang.
ini tugas terakhir gw di semester 1 :v
selamat membaca..
  
PERANG DAGANG


Perang dagang adalah konflik ekonomi yang terjadi ketika suatu negara memberlakukan atau meningkatkan tarif atau hambatan perdagangan lainnya sebagai balasan terhadap hambatan perdagangan yang ditetapkan oleh pihak yang lain. Perang dagang diakibatkan oleh kebijakan proteksionisme, yang biasanya diberlakukan oleh suatu negara untuk melindungi produsen lokal, untuk mengembalikan lapangan pekerjaan dari luar negeri, atau akibat persepsi bahwa praktik dagang negara lain itu tidak adil dan perlu diseimbangi dengan tarif.

SEJARAH PERANG DAGANG
Perang dagang sudah ada sejak abad ke-19. Contohnya pada Amerika Serikat(AS) pada tahun 1930an AS memicu perang dagang dengan Negara-negara eropa dengan menerapkan kebijakan proteksionis. Kongres dari pihak AS membuat peraturan undang-undang bernama Smoot-Hawley Tariff Act yang berisi kenaikan tariff AS terhadap lebih dari 20ribu barang-barang impor.
Negara-negara Eropa yang terkena imbas undang-undang itu lalu membalas mengenakan pajak tinggi untuk berbagai produk impor asal AS. “Bukannya membangkitkan ekonomi, ini malah memperparah Great Depression (era Depresi Besar). Ini membuat AS semakin sulit untuk keluar dari krisis ekonomi saat itu. Perang ini semakin membesar hingga memicu perang dunia ke-2 pada tahun 1940an.
AS juga kembali terlibat perang dagang dengan Jepang pada era 1980 an dengan mengenakan tarif tinggi untuk sejumlah barang impor pada era Presiden Ronald Reagan. Ini seperti produk baja dan mobil dari Jepang, yang laku keras di AS. Sejumlah pabrik baja AS menjadi tutup.
“Defisit perdagangan AS dengan Jepang naik dari US$9,1 miliar (sekitar Rp126 triliun) menjadi US$37 miliar (sekitar Rp513 triliun) dari 1979 sampai 1984,” begitu dilansir Japan Times.
Untuk menghindari berkembangnya perang dagang ini, negara-negara menyetujui aturan yang lebih ketat oleh World Trade Organization.
Komoditas baja kembali menjadi ‘bintang’ pada perang dagang antara AS dan Eropa pada 2002. Saat itu, Presiden George W. Bush, mengenakan tarif hingga 30 persen untuk impor baja. “Tapi tarif itu segera dicabut hanya dalam waktu dua tahun dari rencana tiga tahun karena mendapat ancaman dari rekan bisnis perusahaan Eropa,

PERANG DAGANG ANTARA AS & CHINA
Perang dagang amerika serikat dengan cina sudah dimulai sejak januari 2018. Perang ini dipicu/dimulai oleh AS yang membebankan tariff pada panel surya dan mesin cuci yang masuk /diimpor ke AS, Kebanyakan kedua barang tersebut berasal dari cina.



Pada 8 maret 2018, AS memberlakukan tariff 25% untuk impor baja dan tariff 10% untuk aluminium. Hal tersebut mempengaruhi Uni Eropa, meksiko, kanada, serta cina yang membalas dengan tariff barang – barang AS.


Pada 2 bulan april 2018, cina merespon hal tersebut dengan mengenakan tariff seniali $3milliar dari impor AS yang mempengaruhi 128 produk termasuk jeruk, anggur, babi dan aluminium.


 
Pada 6 juli 2018, perang dimulai dimana AS mulai diberlakukan tariff 25% untuk impor cina senilai $34 miliar termasuk mesin, peralatan konstruksi dan elektronik (bagian 1 dari putaran tariff $50 miliar).


Lalu pada 23 agustus, perang ini memanas mulai diberlakukan tariff 25% untuk impor cina senilai $16 milliar termasuk gerbong kereta api, minyak, bahan kimia, komponen elektronik (bagian 2 dari puturan tariff $50 miliar). Cina membalas dengan tariff impor senilai $50 miliar.


Lalu pada 18 September 2018, keputusan AS untuk mengenakan tariff atas impor cina senilai $200 miliar diumumkan dan mulai ditetapkan pada 24 september 2018. Tariff berbagai barang dari tas tangan hingga sarung tangan bisbol yang dimulai dari 10%, membengkak hingga 25% dari awal januari 2018(kira-kira setengah dari ekspor cina ke AS). Lalu cina membalas dengan tariff barang-barang AS senilai $60 miliar yang juga dimulai pada 24 september 2018.

Trump mengatakan jika cina membalas ia akan menyasar barang berharga cina senilai $2,67 miliar dengan tariff. Hal ini akan membawa peningkatan tariff AS yang ditujukan atas komoditas cina $517 miliar, dengan kata lain semua barang cina dijual di amerika.

PENYEBAB PERANG DAGANG

Dalam beberapa kesempatan, Trump menyampaikan kecamannya atas kebijakan dagang China yang dinilai merugikan AS. Dikutip dari situs Voice od America, Trump mengklaim bahwa defisit perdagangan AS dengan Tiongkok mencapai angka kronis, sekitar US$ 347 miliar (2016 dan 2017). Trump juga menuding Negeri Tirai Bambu sengaja merekayasa mata uangnya agar ekspornya bisa lebih bersaing di dunia, demikian dikutip dari situs BBC. 
 
Selain itu,Trump juga menyebut bahwa Amerika ingin "menghukum" Tiongkok karena dinilai kerap melanggar hak cipta atau hak atas kekayaan intelektual/HAKI, khususnya produk buatan produsen AS.

DAMPAK PADA EKONOMI GLOBAL

Pakar Inovasi Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Fithra Faishal Hastadi menilai dampak perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China berisiko pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Di tingkat global, perang dagang ini pun dapat memicu pelemahan ekonomi dunia.

"Ya dampaknya terhadap perekonomian dunia akan sangat negatif. Tidak hanya berdampak pada China dan Amerika dan Indonesia saja, melainkan sleuruh dunia," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Fithra mengatakan, akibat dari kedua negara tersebut setidaknya bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi dunia hingga 0,8 persen. Sementara target dari International Monetary Fund (IMF) sendiri sebesar 3,9 persen pada pertumbuhan ekonomi dunia.

"Kemungkinan besar dengan adanya proses perang dagang ini akan ada retaliasi dan lain lain, artinya maksimal pertumbuhannya hanya bisa sampai 3,1 persen," ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan imbas dari perang dagang sendiri terhadap Indonesia tidak begitu besar. Walaupun ada, kata dia, hanya mengkontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,1 persen saja.

"Untuk indonesia sendiri sebenarnya karena kita kontribusi perdagangan internasional itu gak terlalu besar mungkin tidak ada efek langsung," imbuh dia. Meski tidak berimbas langsung terhadap pertumbuhan Indonesia, namun dirinya mengaku khawatir apabila hal tersebut berlangsung secara terus menerus dilakukan oleh kedua negara tersebut. Untuk itu, dia menyarankan pemerintah agar mencari partner perdagangan dengan negara lain.

"Tetapi yang kita takutkan jsutru dampak jangka panjangnya karena biar bagaimanapun China dan Amerika adalah partner dagang terbesar kita dan koneksinya cukup kuat makanya ke depan seharusnya indonesia sudah mencari portofolio lebih banyak artinya mencari partner dagang non tradisional," jelas dia.

DAMPAK BAGI INDONESIA

Dampak negatif
"China misalnya, dia mengekspor tekstil ke AS, tapi karena ada pengenaan tarif impor yang tinggi ini kan China enggak akan ekspor ke AS lagi, mereka butuh pasar baru. Indonesia bisa jadi salah satu pasar baru sasarannya. Hal ini bisa membuat produk tekstil kita juga kalah saing,"

Dampak positif
Meski begitu, Haryadi menuturkan, Indonesia bisa merasakan dampak positif dari perang dagang yang terjadi di antara keduanya. Walau hanya sedikit kemungkinannya, dia mengatakan, Indonesia juga bisa mengambil peluang untuk menggantikan beberapa produk yang dibutuhkan kedua negara tersebut.

"China mengenakan tarif impor kedelai mahal, pasti mereka mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dari kedelai. Nah, Indonesia bisa menggantikannya dengan CPO (Crude Palm Oil)," tutupnya.

ANTISIPASI INDONESIA TERHADAP PERANG DAGANG

Pemerintah Indonesia akan meneliti dan mengatisipasi dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Evaluasi ini akan dilakukan pemerintah pada semester II 2018 yang menjadi enam bulan pertama pascadimulainya perang dagang oleh AS.
Berbagai instrumen guna mengurangi tekanan pasar dagang pun disiapkan. "Dan kita juga berharap daya tahan dari industri dan para pelaku ekonomi kita dalam situasi menghadapi tekanan seperti ini," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Senin (9/7).
Penerbitan instrumen ini diharap mampu memperkuat ekspor dan berbagai aktivitas ekonomi yang bisa menghasilkan devisa bagi negara termasuk sektor pariwisata. Di sisi impor, pemerintah pun akan mengerem permintaan barang dari luar negeri yang dianggap tidak terlalu prioritas dan bisa dihasilkan oleh produsen dalam negeri.
Sri Mulyani menuturkan, dari paparan yang disampaikan Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, dan Menteri ESDM, pemerintah akan menginventarisasai beberapa hal yang diusulkan untuk dikaji jika memang membutuhkan insentif khusus. Dia menjelaskan, beberapa industri dianggap membutuhkan kebijakan guna menjaga bea masuk.
Langkah itu diambil agar barang yang menjadi bahan baku industri, mendapatkan keringanan atas impor barang modal. Sehingga produk yang dihasilkan nantinya bisa lebih kompetitif ketika dijual ke luar negeri.
"Apakah bisa dibebaskan bea masuknya. Kita akan melakukan evaluasi," ujar Sri Mulyani.
Selain insentif bea masuk, pemerintah pun akan memberikan dukungan bagi industri dalam bentuk pajak yang ditanggung pemerintah, sehingga tidak menjadi beban perusahaan. Pada prinsipnya pemerintah akan melihat industri manufaktur mana saja yang bisa menghasilkan barang ekspor dan menghasilkan substansi impor.
Jika perusahaan ini tidak diberikan bea masuk yang rendah, maka alternatif peralihan pajak menjadi langkah lain. Pemerintah Indonesia juga akan melihat dinamika dari perkembangan ekonomi global termasuk perdagangan secara langsung Indonesia-AS.
Di lain pihak, pemerintah pun terus memantau perkembangan tata cara dagang AS dengan negara lain di Eropa dan Meksiko di mana negara Paman Sam memiliki kebijakan perdagangan tersendiri. "Maka kita sekarang melakukan asesmen terhadap ekonomi dunia, karena ekonomi dunia akan terpengaruh dari hubungan yang tidak baik ini, hubungan yang mengalami ketegangan," ujar Sri Mulyani.
Selain evaluasi, dalam satu semester ke depan, pemerintah pun akan melakukan evaluasi dalam 12 dan 18 bulan ke depan. Sebab, segala hal bisa terjadi dengan ketidakpastian yang terjadi, khususnya berbagai kebijakan yang bisa saja diluncurkan oleh AS maupun negara lain.
 
sekian dari gw 
jika ada kesamaan & kesalahan penulisan mohon dimaafkan
wassalammualaikum wr.wb 
 
REFERENSI


https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/28/182035526/menurut-boediono-ini-dampak-positif-dan-negatif-perang-dagang-bagi-ri - diakses pada 15-12-2018, 15:38 WIB
 



SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI INDONESIA

hello guyzzzzz... selamat datang di blog gw kali ini gw ditugasin buat blog tentang perkembangan sistem ekonomi indonesia. selamat membac...